Kuliner Nusantara

Inspirasi Kopi Kethip Sleman: Berdayakan Warga Sajikan Menu Kuliner

SLEMAN, POSWARGA.COM - Kalau mau jajan yang tempatnya enak tapi murah, Angkringan dan Kopi Kethip pilihannya. Lokasinya di Dukuh Sebaran, Kelurahan Sidoarum, Kapenewon Godean, Kabupaten Sleman, DIY. Buka setiap hari pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

Sore itu, Rabu (20/5/2026), Tri Wahyuni, warga Desa Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, berkunjung ke Angkringan dan Kopi Kethip bersama teman-temannya, sesama pelaku UMKM. Itu adalah hari terakhir acara pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Angkringan dan Kopi Kethip merupakan sasaran studi banding setelah dua hari sebelumnya pelaku UMKM mendapatkan materi kelas. Mereka berharap bisa belajar bagaimana usaha Angkringan dan Kopi Kethip bisa berkembang pesat. Tak tanggung-tanggung, omzetnya pun tembus Rp7 juta per hari. Padahal, biaya operasional per harinya hanya sekitar Rp600 ribu.

“Inspiratif sekali. Angkringan dan Kopi Kethip membuktikan bahwa kualitas tidak harus selalu bayar mahal. Saya jajan hanya habis Rp11.500 sudah kenyang,” katanya seraya mengatakan dirinya jajan nasi bungkus cumi sambel ijo, martabak, sate ayam, hingga segelas es jeruk segar.

“Harganya sangat merakyat. Tempatnya tidak pernah sepi pengunjung. Ini memotivasi kami sebagai pelaku UMKM. Pengusaha kecil harus terus berinovasi,” jelasnya.

Konsep Nilai Lokal

Iwan Daru, pengelola Kopi Kethip, menjelaskan, dahulu area Kopi Kethip adalah kebun kosong dipinehi semak belukar. Warga membersihkannya dan memanfaatkannya sebagai pusat bisnis. Lokasinya ini milik warga setempat yang disewa Rp10 juta per tahun. 

Kali pertama dibuat untuk Pasar Kethip. Buka setiap Minggu Legi. Transaksinya dibuat unik. Yakni menggunakan uang “Kethip” yang dibuat dari triplek. Jadi, pengunjung harus menukar koin dengan “Kethip” agar bisa bertransaksi.

Ketika wabah Covid-19 menyerang dunia, Pasar Kethip lumpuh. Hingga akhirnya Pasar Kethip yang sebelumnya ramai pengunjung pun terpaksa harus tutup. Hingga setelah sekian lama, dibuka kembali. Itu pun masih ditentang karena Covid-19 belum hilang.

Pengelola tidak menyerah. Mereka terus berjuang. Hingga akhirnya tercetus konsep baru, yaitu angkringan ala kafe. Konsepnya masih mempertahankan nilai-nilai lokal yang dikemas modern ala kafe di perkotaan.

Pemberdayaan Masyarakat

Kekuatan utama Kopi Kethip bukan hanya pada estetikanya, melainkan pada pemberdayaan masyarakatnya. “Hidangan yang tersaji hasil karya tangan warga Dusun Sebaran. Setiap hari setidaknya ada 27 kepala keluarga yang memasok menu yang berbeda-beda. Variasi menu makanan dan minuman terjaga, namun persaingan antar-warga tetap sehat,” ujarnya.

Widayanto, SE, selaku Pendamping UMKM sekaligus Ulu-Ulu Desa Wirokerten, model usaha Angkringan dan Kopi Kethip bisa dicontoh dengan prinsip amati, tiru, dan modifikasi. (aym)

📎 Sumber: https://postingan.poswarga.com/posts/inspirasi-kopi-kethip-sleman-berdayakan-warga-sajikan-menu-kuliner