Ragam Daerah

Kisah Heri dan Magdalena Berduaan di Pinggir Lapangan Pacu

POSWARGA.COM, BANTUL – Tubuhnya ideal menarik perhatian siapa saja yang melihat. Rambutnya terurai tipis dengan kaca mata khas. Namanya Magdalena Cosea. Pagi itu, Kamis (14/5/2026), dia sedang bersantai di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Magdalena bukan sosok perempuan, tapi kuda pacu betina yang sedang istirahat dari berlatih di lapangan pacu kuda Stadion Sultan Agung. Dia ditemani pawangnya, seorang pemuda bernama Heri. Sehari-hari Magdalena diperlakukan pawangnya seperti saudara kandungnya sendiri.

“Magdalena ini umurnya sekira 2,5 tahun. Kami memeliharanya dari umur 18 bulan,” jelasnya.

Kuda pacu betina itu sudah mulai tampil balapan. Kuda pacu betina tidak kalah gesit apabila sedang bertanding di lapangan dengan lawan kuda pacu jantan. “Kemenangan di lapangan pacu tidak ditentukan kelamin kuda. Kuda betina banyak yang menang, meski lawannya kuda jantan.”

Heri menjelaskan, kuda pacu merupakan hewan istimewa karena harganya mahal. Magdalena, kata dia, kalau dijual nilainya sudah tembus RP450 juta. Makannya pun cukup menguras kantong, karena setiap hari sedikitnya butuh uang Rp150 ribu agar kuda betina tersebut kenyang.

Di tempatnya bekerja merawat kuda, sedikitnya ada 20 ekor. Kandangnya tidak jauh dari lapangan pacu kuda Stadion Sultan Agung.

Kuda pacu seperti Magdalena berbeda dengan kuda tunggang. Biasanya, kuda pacu dikendalikan langsung oleh para pawangnya ketika bertanding. Hal itu karena tidak ada sekolah khusus menunggangi kuda balap.

“Biasanya kalau mau jadi atlet kuda balap kariernya dari merawat dulu. Baru dia bisa naik dan ikut bertanding. Tidak ada sekolah khusus di kuda balap,” katanya seraya menjelaskan atlet kuda pacu biasanya adalah para pawang kuda itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan kuda tunggang yang bisa buat jalan-jalan dan kudanya bisa joget-joget. Kalau kuda tunggang, kata Heri, ada sekolah khususnya. “Biasanya kalau mau bisa menunggangi kuda, ikut yang sekolah kuda tunggang.”

Suasana pagi itu di area lapangan pacu kuda Stadion Sultan Agung, tidak hanya Magdalena. Ada dua kuda lain yang sedang memutari lapangan. Satu kuda pacu, dan satunya kuda tunggang. Bagi Anda yang mau melihat kuda-kuda berlatih, bisa mampir di stadion kebanggaan masyarakat Bantul ini. (sulex) 

📎 Sumber: https://postingan.poswarga.com/posts/kisah-heri-dan-magdalena-berduaan-di-pinggir-lapangan-pacu